Saturday, February 14, 2015

Waspada Penyakit Demam Berdarah

Demam berdarah atau disingkat juga dengan DBD ini memilki nama lain yaitu demam dengue. DBD dapat disebabkan oleh virus dengue yang dapat menyebabkan infeksi. Penularannya dapat melalui nyamuk yang dapat menularkan virus dengue. Dalam dunia ilmiah demam dengue memiliki istilah lain seperti bonebreak fever dan breakbone fever yang keduanya memiliki arti yang sama yaitu “demam sendi”. Kenapa disebut juga sebagai demam sendi ? karena demam dengue tersebut bisa menyebabkan si penderita DBD mengalami nyeri yang sangat hebat yang seakan-akan tulang-tulang mereka patah.
 
DBD Gejala demam berdarah
Berikut adalah gejala DBD atau gejala demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue tersebut.

1.    Kulit kemerah-merahan yang mirip penyakit campak

2.    Sakit pada bagian kepala

3.    Nyeri pada bagian otot dan sendi
 
Harus diingat, kalau sekitar kurang lebih 8 dari 10 orang atau sekitar 80%an orang yang terinfeksi virus dengue hampir tidak menunjukan gejala dan hanya menunjukan gejala yang ringan saja seperti demam yang wajar dan diperkirakan 5 dari 100 orang yang terinfeksi atau 5% orang akan mengalami infeksi atau  DBD yang berat dan dapat mengancam jiwa mereka. Gejala infeksi tersebut dapat muncul setelah 3-13 hari setelah orang tersebut terjangkit virus tersebut atau bisa juga 3 - 7 hari.
 
Fase demam yang disebabkan oleh virus dengue tersebut dapat mencapai hingga 40 derajat Celsius. Si penderita juga akan mengalami sakit kepala. Fase berikutnya ada yang disebut dengan fase febrile yang biasa berlangsung selama 2 – 7 hari. Pada fase febrile sekitar 80% atau bisa juga kurang akan mengalami gejala ruam. Ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas, memerah dan ruam tersebut biasanya terjadi pada hari ke 4 sampai hari ke 7. Lalu pada sebagian penderita DBD akan mengalami perkembangan fase kepada fase yang lebih kritis setelah demam yang tinggi tersebut mulai mereda. Biasanya fase kritis dapat berlangsung selama 2 hari. Selama fase krisis tersebut cairan akan menumpuk di abdomen dan di dada si penderita. Penumpukan cairan tersebut diakibatkan karena bocornya pembuluh darah kecil. Lambat laun cairan tersebut akan semakin banyak dan bersikulasi di tubuh si penderita. Hal tersebut akan menyebabkan organ-organ vital penderita DBD tidak akan mendapatkan darah seperti biasa sehingga organ-organ vital si penderita tidak dapat bekerja dengan normal.
 
Setelah melewati fase-fase tersebut si penderita akan masuk pada fase penyembuhan dimana cairan dari pembuluh darah yang keluar akan diambil kembali masuk kedalam aliran darah. Dalam tahap fase penyembuhan yang dapat berlangsung hingga 3 hari ini biasanya penderita DBD akan semakin pulih namun jantung penderita akan melemah dan terjadinya gatal-gatal.
 
Bagi sebagian pasien, DBD atau demam dengue tersebut dapat menjadi sesuatu yang mengancam jiwa mereka. Dua bentuk DBD yang berbahaya terkadang dapat berubah menjadi satu pada beberapa pasien. Kedua bentuk DBD tersebut adalah, pertama sindrom renjat dengue yang dapat menyebabkan si pasien mengalami tekanan darah rendah yang bebahaya dan yang kedua, si pasien akan mengalami pendarahan, trombosit darah mengalami penurunan yang dapat menyebabkan pembekuan darah dan kebocoran pada pembuluh darah si penderita.
 
Pencegahan
 
World Health Organization atau disingkat WHO telah menyarankan pengendalian terhadap populasi nyamuk yang dapat menyebabkan DBD dan melindungi masyarakat di seluruh dunia dari gigitan nyamuk yang menyebarkan virus dengue tersebut. Dan sejauh ini sudah terdapat dua vaksin yang telah disetujui untuk dapat mencegah DBD yang disebabkan virus dengue tersebut. WHO telah membentuk sebuah program yang dinamakan Integrated Vector Control yang memiliki 5 bagian.
 
1. Legalisasi undang-undang, advokasi dan menggerakan masyarakat harus dapat digunakan agar masyarakat dan organisasi-organisasi kesehatan masyarakat dapat tumbuh menjadi kuat
 
2. Semua lapisan masyarakat dan kalangan dari berbagai sektor seperti sektor swasta, pemerintah termasuk orang-orang yang bergerak dalam bidang  perawatan dan kesehatan harus dapat bekerjasama dengan baik.
 
3. Segala cara untuk dapat mengendalikan penyakit DBD harus terintegrasi
 
4.Segala keputusan untuk mengatasi dengue harus dibuat berdasarkan pada bukti
 
5.Wilayah tempat dimana dengue berkembang harus segera diberi bantuan
 
Sejarah Virus Dengue
 
Para ilmuwan mencatat dari sekitar tahun 1960 sudah semakin banyak orang terkena DBD. Sejarah juga mencatat pada saat terjadinya Perang Dunia Kedua, penyakit DBD sudah umum terjadi lebih di 100 negara dan pada tiap tahunnya sekitar 100 juta penduduk dunia terkena DBD. Sampai saat ini pun para ahli masih sedang dalam usaha mengembangkan obat-obatan untuk dapat menangani virus dengue secara langsung dan masyarakat pun banyak melakukan usaha dalam pembasmian nyamuk yang dapat menyebabkan DBD tersebut.
 
Tapi sejarah dengue yang paling tua jauh sebelum perang dunia kedua, yakni pada jaman dinasti Jin sekitar 265 – 420 setelah masehi. Ensiklopedia China pada dinasti tersebut menceritakan tentang seseorang yang diduga mengalami DBD. Laporan yang diduga paling awal tentang virus dengue sekitar pada tahun 1780an dimana laporan tersebut diduga bercerita tentang epidemik yang melanda dan menyapu Asia, Amerika Utara dan juga Afrika.
 
Arti dengue sendiri sebetulnya hampir tidak ada kejelasan, cuman ada mitos yang menyabutkan kalau dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh arwah jahat bagi orang-orang pada jaman dahulu, tapi dalam bahasa Spanyol dengue memiliki arti berhati-hati yang mungkin juga dapat diartikan berhati-hati terhadap penyakit nyeri tulang yang disebabkan virus dengue tersebut.


EmoticonEmoticon