Monday, February 16, 2015

Pengertian dan Sejarah Tentang Globalisasi

Secara singkat dalam pengertian yang umum sejarah globalisasi adalah suatu proses integrasi internasional yang dapat terjadi karena sebuah pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, maupun aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan tekhnologi dan infastruktur seperti internet, telekomunikasi, transportasi dan lainnya. Hal tersebut merupakan sebuah faktor yang paling utama dalam sebuah globalisasi yang juga memiliki dampak positif dan negatif.

Pengertian globalisasi di atas diperkuat oleh pernyataan para ahli yang menyatakan bahwa globalisasi selalu berhubungan kuat dengan sebuah integrasi, kebijakan, ekonomi, lintas wilayah dan internasional, pertukaran ataupun aliran sebuah ilmu pengetahuan, kebudayaan, perkembangbiakan, kestabilan, penggunaan kekuasaan dan hubungan. Dengan demikian para ahli pun menyatakan kalau pengertian Globalisasi tersebut berbeda-beda untuk setiap situasinya. Menurut Thomas Larsson dalam buku karyanya yang berjudul The Race to The top real story of globalization: pengertian dari globalisasi itu sendiri adalah jarak yang semakin memendek, sebuah proses penyusutan dunia dan hal yang bergerak lebih dekat.
Banyak pihak yang mengatakan bahwa globalisasi memiliki awal pada era modern, tapi beberapa pakar globalisasi lainnya melacak globalisasi tersebut jauh hingga menyentuh kesebuah zaman yang dinamakan zaman penemuan Eropa. Sebagian pakar lainnya pernah mencatat telah terjadinya sebuah globalisasi pada sekitar milenium ketiga atau kira-kira sebelum masehi. Sejarah globalisasi merupakan sebuah istilah yang sudah sering disebut-sebut dan sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980 dan puncak-puncak kepopuleran istilah globalisasi ini pada tahun 1990.

Etimologi Globalisasi

Secara etimologi atau asal kata, globalisasi berasal dari kata globalize yang memiliki acuan kepada munculnya sebuah jaringan atau sistem sosial dan ekonomi yang berskala internasional. Pertama kali istilah globalisasi ini dipergunakan sebagai bentuk kata benda dalam sebuah karya tulis yang berjuduk Towards New Education. Kata globalisasi dalam buku tersebut memiliki pandangan sebuah pengalaman manusia yang menyeluruh dalam bidang pendidikan.

Pada tahun 1980an seorang yang bernama Theodore Levitt telah diakui oleh masyarakat luas dan pakar-pakar globalisasi bahwa Levitt lah yang telah mempopulerkan istilah globalisasi tersebut dalam sebuah artikel miliknya yang berjudul Globalization of Markets. Tapi secara sejarah istilah globalisasi itu sendiri telah sering disebut-sebut dan digunakan pada tahun 1944. Namun berkat artikel sorang Levitt, istilah tersebut semakin dikenal banyak orang.

Sejarah Globalisasi


Globalisasi pada zaman dulu atau dalam istilah lain disebut juga globalisasi kuno dipandang para ahli sebagai sebuah fase dalam sejarah globalisasi itu sendiri. Globalisasi kuno tersebut mengacu pada sebuah peristiwa dan sebuah perkembangan globalisasi dari masa peradaban awal sampai pada tahun sekitar 1600an.

Dalam skema di atas para ahli menyimpulkan bahwa ada setidaknya tiga penyebab yang telah dipaparkan sebagai sebuah pemicu globalisasi tersebut. Penyebab pertama adalah saling ketergantungan, regularitas dan kestabilan bagi sebuah negara untuk dapat mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh negara lainnya. Penyebab kedua adalah konsep pemikiran Timur yang memiliki arti bahwa negara-negara dari Barat sudah mengadaptasi dan menerapkan sebuah prinsip-prinsip yang telah dipelajari dari Timur. Para ahli lebih jauh menyatakan kalau tanpa adanya sebuah ide tradisional dari Timur, globalisasi dari Barat tidak akan pernah terjadi sebagaimana mestinya. Penyebab ketiga adalah, interaksi antarnegara yang memilki jarak belum berskala global dan hanya masih berada pada seputaran Asia, Timur Tengah, Afrika Utara dan sebagian Eropa.

Sejarah Globalisasi Awal

Globalisasi awal atau disebut juga globalisasi modern awal atau istilah lain menyebutkan juga sebagai proto globalisasi yang mencakup periode sejarah globalisasi antara tahun 1600an sampai 1800an. Konsep sebuah proto globalisasi diperkenalkan pertama kali oleh seorang sejarawan Christopher Bayly dan A.G. Hopkins. Istilah tersebut dapat juga diartikan sebagai sebuah fase peningkatan pertukaran kebudayaan dan juga hubungan perdagangan. Fase globalisasi tersebut dapat dicirakan dari kebangkitan imperium maritim Eropa yang terjadi kira-kira pada abad ke 16 dan 17an. Imperium pertama yang muncul kali itu adalah Spanyol dan Portugal, lalu kemudian disusul oleh Britania dan Belanda. Seiring kebangkitan imperium maritim Eropa tersebut maka perkembangan duniapun berkembang lebih jauh lagi ketika perusahaan chartered company atau perusahaan kerajaan didirikan. Perusahaan kerajaan tersebut seperti, Vereenigde Oostindische Compagnie yang didirikan sekitar pada tahun 1600an yang sering juga dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia yang membuka sahamnya dan British East India Company yang didirikan pada tahun 1600. Globalisasi modern dan globalisasi modern awal memiliki perbedaan dalam hal ekspansionisme, tingkat pertukaran sebuah informasi dan juga cara mereka dalam mengelola perdagangan pun sangat berbeda pula. Dari awal perkembangannya hingga saat ini, globalisasi memiliki dampak positif dan negatif yang telah saya ulas juga dalam halaman yang lain.

Globalisasi Modern

Abad ke 19 merupakan abad yang mulai mendekati kepada bentuk yang lebih modern yang disebabkan oleh terjadi revolusi industri. Industrialisasi tersebut telah memungkinkan standarisasi hasil produksi barang-barang rumah tangga memakai ekonomi skala dan permintaan barang yang sangat stabil yang tercipta dari pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.

Kapal uap pada abad ke 19 sangat hemat sehingga transportasi internasional dan dibuatnya rel-rel kereta semakin menjadikan transportasi darat semakin lebih murah. Pada tahun 1820 dan 1850an disebut-sebut sebagai revolusi transportasi. Dengan demikian pada era itu jumlah negara-negara yang ikut dalam perdagangan nasional semakin banyak yang mengikuti. Lalu singkatnya pada akhir abad 19 dan awal dari abad ke 20, hubungan kebudayaan dunia dan ekonomi tumbuh begitu cepatnya dan dikarenakan terjadinya perang dunia pada tahun sekitar 1910 sampai seterusnya pertumbuhan tersebut melambat kembali lalu kembali melaju dengan deras pada tahun 1980an karena adanya kebijakan neoliberal yang dirintis pada tahun tersebut.


EmoticonEmoticon